Rabu, 04 Oktober 2017

#FFKamis-Cermin Terkutuk

Karena kutukan itulah keluarganya tak pernah tertarik untuk membeli benda yang mudah pecah itu. Sehari-harinya, mereka mengandalkan pendapat orang untuk menyesuaikan penampilan. Sebenarnya ini bukan tanpa resiko,kalau ada orang yang berniat jelek, pasti ia akan berkomentar yang sifatnya merugikan, seperti yang tahun lalu terjadi.

“ Hei, Medisa kamu cantiiiik banget.”
“ Oh ya?”
“Bener deh, pasti semua orang nanti di pesta tertuju padamu. Apa kamu tak ingin melihat wajahmu?”
“Tapi...”
“ Ayolah. Masih percaya kutukan jaman sekarang. Ini, aku bawa cermin kecil.”


Tapi....aargh, gadis itu terlambat menghindar. Mendadak kaku mulai dari ujung kaki sampai rambut, membatu. Kutukan itu masih ada. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ideas to Vary Writing Assessment for Students

  Based on the research from PISA, Indonesian students have low level of reading achievement. They are on level 72 from  76 country (2018). ...