Minggu, 27 Maret 2016

Kompetisi harus berisi



Belakangan ini, ide dalam mengadakan kompetisi makin kreatif. Tak hanya seputar olahraga ataupun akademik, fisik maupun fikir. Ada yang bermaksud promo produk, kampanye atau mungkin program bagi-bagi rejeki, istilah kerennya CSR....
Image result for gambar berlariSebagaimana yang telah diberitakan di berbagai media, bulan ini kita dihebohkan dengan meninggalnya salah seorang peserta  lomba yang diadakan oleh salah satu restoran cepat saji ( telat nyonyahh). Sepele yaa kedengarannya, meninggal karena lomba makan.
Tapi, apa pentingnya lomba makan? Mungkin maksud dari pihak penyelenggara adalah bagian dari promo. Enggak apa-apalah modal dikit, yang penting produk atau brandnya naik daun. Aduuhh....apa enggak mikir following effectnya ya? Bukankah sudah diajarkan baik oleh guru kesehatan maupun guru agama kalau makan yang berlebihan dan terburu-buru itu tidak baik? Efek sederhananya adalah tersedak. tersedak terjadi kalau ada makanan yang harusnya masuk ke kerongkongan malah salah jalur, masuknya ke tenggorokan. Ya syukur alhamdulillah kalau dengan di-batukkan-makanan itu bisa keluar, kalau tidak? Makanan akan terjun ke paru-paru, tamatlah riwayatmu. Adakah yang lain? Iyesss....makan yang terlalu cepat akan menguras kerja jantung memacu lebih cepat ( apalagi makanan yang dimakan itu....high calory gitu), dannn tiba-tiba, serangan jantungpun terjadi...hihihiiiii...
Apa enggak ada lomba yang lebih edukatif, berkualitas lagi untuk mengenalkan produknya??? Lomba blog misalnya (uhukkk), atau kalau mengadakan lomba untuk makan, lebih manusiawi lah yaa. Kenapa juga lomba itu diadakan dengan cara membeli produknya dulu atau dilakukan kota??? Coba deh, sekali-kali, lomba makannya di area pengungsian atau di pelosok-pelosok tanpa ada syarat membeli dahulu? Kan itung-itung sedekah bagi perusahaannya atau itung-itung perbaikan gizi bagi mereka yaa..tapi tetap, jumlah makanan harus dibatasi. Tubuh kita tidak bisa dijejali makanan penuh dalam waktu singkat. Pastikan juga persyaratan sehatnya fisik dan mental, misalnya, sebelum mengikuti lomba, pastikan dalam keadaan lapar dan sehat, tidak mengidap penyakit mematikan ( lhaaa...kalau begini mana yang dibilang lombaaaa????) Yasudah, enggak usah pakai lomba makan, cukup makanan tersebut dibagikan ke orang-orang dhuafa, korban perang, bencana dan lain-lain. Biar terkenal, mengikutsertakan juga para jurnalis baik dari media online maupun cetak. Yakin, bakal jadi viral. Tapi ya enggak bisa menjamin juga, yang bilang dermawan ada, yang bilang pamer juga ada. Intinya, kalau ingin mendapat hal yang baik, lakukan juga dengan cara yang baik, kalau perlu ada nilai edukatif, nilai sosialnya.Kata Rasulullah, fastabiqulkhoirot ( benar gak ya), mari berlomba-lomba dalam menggapai kebaikan. Cusss..Kalau emak galau macam saya, ikutan lomba makan, makan hati hihiiii ..( just kiddin')

4 komentar:

  1. Coba ya lomba ngasih makan sushi gratis yang mahal buat semua orang gitu ya :p *ini mah ngarep yak*

    BalasHapus
  2. hahaaa benul mbak, sekalinya makan makanan uenak gratis, pas lomba hihiii

    BalasHapus
  3. setujuu... walopun aku doyan kulineran mbak, tapi ogah kalo sampe harus ikut lomba makan paling banyak gitu.. apa enaknya makan tapi dibatasin jam , trs harus sebanyak2nya.. yang ada juga kita ga bisa menikmati rasanya, hanya fokus ke kuantiti yg harus dihabiskan.. ujung2nya perut sakit, ato paling sial, meninggal .. uang hadiah juga biasanya ga seberapa kan ;p

    BalasHapus
    Balasan
    1. yup, bikin sehat enggak, mati, mungkin yaa

      Hapus

English_6thGrade_#4

  Cross a,b,c or d of the right answer! 1.       Kim :................? Ran: I am twelve a.        How are you                        ...